Kisah Perjalanan Terbaru

the sindoro through pass ( part II )

Jumat, 10 Oktober 2008

Jam ditangan saia menunjuk pukul 05.00 WIB, saia langsung bangun ambil tayamum dan shalat subuh. Keluar dari tenda suasana sudah terang tapi matahari belum tampak. Sumbing, Merapi, Merbabu, Lawu terlihat gagah menyambut pagi. Pagi ini yang beraksi adalah Chef Slamet, kami membuat pancake special ala sindoro atau dengan nama baru sebut saja trangia cake ( dari mana juga tuh nama…??? )

the sindoro through pass ( part I )

Di puncak Sindoro kesombongan kami semakin tertampar.
*sebuah catatan perjalanan pendakian G. Sindoro Jawa Tengah ( 9-10 Okt 08 )

pulau tunda (hasrat nyilem yang ter-tunda)

nyilem (basa kerennya DIVING), memang kegiatan yang sangat2 berbeda,-
kita seperti dibawa ke dunia lain, karena kita tidak bisa bernafas tanpa bantuan peralatan khusus. mungkin mirip kali ya dengan astronot yang jalan2 di ruang angkasa yang hampa udara,-
kemarin, sabtu 5 april gw diajak temen di DJP mas ronny sama bang bonar nyilem ke pulau tunda di deket selat sunda. gila saja, sudah hampir 4 tahun gw gak pernah nyilem lagi, bakalan panik nanti gw di bawah air. Tapi bodo amat, gw udah kebelet nyilem ini..

aku dan gunung2 itu

Gunung gunung itu masih gagah berdiri,
tanpa pernah kutaklukkan.
Aku hanya berjalan di tanahnya,
menyusuri hutannya,
menembus kabutnya.

Gunung gunung itu masih tinggi menjulang,
tanpa pernah kutaklukkan.
Aku hanya menapaki puncaknya,
bangga sesaat.
Aku harus turun lagi,
bertempur lagi dengan hari hari yang biasa.

Perjalanan perjalanan itu selalu memukauku.
Setiap gunung memiliki misteri masing masing.
Setiap gunung mempunyai ajaran sendiri.
Banyak nilai yang bisa digali,
dan aku menikmatinya.

Aku tak pernah tahu, mengapa harus mendaki.

Dari buku into thin air..

Gunung merupakan tempat yang penuh wahyu, terasing secara genetik dan kejiwaan, menakutkan secara indrawi, abstrak secara estetika, dan bermusuhan secara sejarah...Bentuknya kukuh dan memicu pemikiran. Pikiran dipenuhi cahaya dan ruang, pemikiran baru dan rumit tentang kegersangan, temperatur ekstrem, dan angin. Langit gunung tampak melingkar, megah menakutkan.

kenapa posko gak pernah rapi

selama tinggal diposko dulu, hampir 2 tahun dan selama itu pula posko tercinta itu belum pernah terlihat rapih permanen, ya paling rapih cuman sejam dua jam, dah gitu berantakan lagi. apalagi kalo dah ada event, wow kayak kapal pecah....tapi walo kayak gitu, tetep betah koq, coz kayak tinggal di rumah sendiri, kayak ama kelaurga, ada banyak orang yang bisa bantuin, ada banyak orang yang bisa diajak berbagi...apalagi pas butuh duit, banyak banget yang bisa dipinjemin.... yang paling seneng itu pas pulang dari pelantikan si posko lagi dipasangin AC.

to be continue

HI SEMUA NUMPANG NIMBRUNG NIH

maaf sebelumnya GW orang yang kaga suka yang namanya naek gunung, naek gunung gw anggap hal yang bodoh dan buang2 waktu doang, namun gw salah presepsi tentang hal yang satu ini, Tanggal 3 maret 2002 temen gw ngajak ke naek ke gunung GEDE namun Gw tolak mentah2, tapi temen gw ini dengan susuah payah ngajak gw sampai dia ngerayu2 buat ikut, wew... akhirnya dengan terpakasa gw ikut karena ada persaan nggak enak sama temen gw itu, kaga ada pengetahuan apa2 tanpa perbekalan apa2 naek gunung waktu itu gw anggap kayak piknik aja seadanya.

semua butuh perjuangan

Thursday, February 22, 2007, kedua ..Hari kedua..Bangun dengan pegal yang masih terasa di paha dan pundakku, namun tidur malam ini lelap.. tidur yang menyenangkan. 6.10 meninggalkan kos dan 6.55 udah nyaampe di lapangan Kopassus Cijantung, pagi ini aku mahluk pertama yang nyampe disini, kusempatkan mengisi perut dengan sepotong roti pisang coklat dan susu coklat.. mengenyangkan!

Terima Kasih Tuhan...... - Leuser Expedition (17)

Hari ke-17, Senin, 10 September 2007(Tobacco Hut – Basecamp Rumah Bang Kotar)Pagi itu kami sarapan dengan nasi goreng dan abon, persediaan makanan terakhir kami. Kata Pak Ali dari sini hanya butuh waktu 1 jam untuk sampai di jalan raya. Rencananya kami akan turun ke Blangpan, tidak lewat Hutan Sinebuk.Kami bertemu dengan turis asing yang sedang tracking, turisnya 2 orang dengan porter 2 orang, guide 1 orang yaitu Mr.Jali. Mr.Jali ini adalah guide yang bersertifikat, ia mahir berbahasa Inggris. Salah satu porter yaitu Bang Udin.

Tim Pendaki bisa Berkomunikasi Lagi dengan Tim Darat - Leuser Expedition (16)

Hari ke-16, Minggu, 9 September 2007( Lintasan Badak – Tobacco Hut )Rencana hari inilah hari terakhir pendakian ini. Nanti malam kami estimasi sudah kembali ke peradaban. Semua anggota tim sangat bersemangat meski kondisi tubuh sudah ancur-ancuran begini. Gamex berjuang dengan dengkul bengkaknya. Jari-jari kaki Jaed terkena kutu air, menyebabkan rasa perih yang sangat. Pahaku yang menjadi merah lecet-lecet akibat gesekan-gesekan terkena raincoat juga tak kalah perih. Sedangkan Vjay dan Pak Ali sehat.