Terima Kasih Tuhan...... - Leuser Expedition (17)
Hari ke-17, Senin, 10 September 2007(Tobacco Hut – Basecamp Rumah Bang Kotar)Pagi itu kami sarapan dengan nasi goreng dan abon, persediaan makanan terakhir kami. Kata Pak Ali dari sini hanya butuh waktu 1 jam untuk sampai di jalan raya. Rencananya kami akan turun ke Blangpan, tidak lewat Hutan Sinebuk.Kami bertemu dengan turis asing yang sedang tracking, turisnya 2 orang dengan porter 2 orang, guide 1 orang yaitu Mr.Jali. Mr.Jali ini adalah guide yang bersertifikat, ia mahir berbahasa Inggris. Salah satu porter yaitu Bang Udin. Kami bertemu dengan Bang Udin 11 hari yang lalu, Bang Udin ini yang mengantar anak Palaba kemarin. Kami sempatkan untuk berfoto dulu sebelum mulai berangkat.
Jam 10.00 kami meninggalkan Tobacco Hut. Jalur turun melewati ladang-ladang penduduk, kami juga melihat kawanan kerbau yang cukup banyak. Semakin kami mendekat ke mereka, mereka malah lari menjauh.Tepat pukul 11.00 kami sudah disambut oleh tim basecamp, Kadal dan Udik. Betapa senangnya kami akhirnya setelah 17 hari di gunung, kami kembali lagi ke peradaban, bertemu dengan saudara dan teman-teman. Semua beban di tubuh ini seakan luruh. Alhamdulillah kami bisa kembali dengan selamat. Sambil menunggu mobil pickup yang akan menjemput, kami habiskan waktu dengan ngobrol-ngobrol, menanyakan segala kabar-kabar kepada Udik dan Kadal. Salut buat mereka yang dengan sabar menunggu dan terus memantau keadaan kami tim pendaki. Merekalah sebagai penghubung antara kami dengan teman-teman stapala lain serta dengan dunia luar.
Mobil pick up pun datang, sekarang kami akan menuju ke rumah Pak Ali dulu untuk bersilahturahmi dengan keluarga Pak Ali. Kami larut dalam hangatnya keluarga besar Pak Ali. Jamuan the manis dan buah alpokat menambah akrab suasana. Putra Pak Ali juga mengkhawatirkan kami, tidak biasanya sampai 17 hari baru turun.Hari sudah beranjak siang, dengan berat hati kamipun berpamitan, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Ali. Sebagai kenang-kenangan dari kami yaitu sweater Stapala dan satu set alat linting tembakau untuk Pak Ali.
Kemudian kami menuju ke basecamp kami di rumah Bang Kotar di Kutapanjang. Hari ini juga kami berencana langsung bertolak dari Kutapanjang, 4 orang (Aku, Udik, Kadal, dan Gamex) ke Banda Aceh jam 3 sore nanti, sedangkan Vjay dan Jaed menuju Medan dan akan langsung pulang Jakarta karena ada acara. Jaed harus mengikuti acara wisuda pada hari Rabu tanggal 12 September 2007, sementara Vjay juga harus segera mengurus administrasi di kampus.
Kamipun berpamitan dengan Bang Kotar, orang yang banyak berjasa, menjamu kami, mempersilakan rumahnya selama sebulan ini sebagai tempat basecamp kami. Orang sini sungguh baik hati dan ramah-ramah, meninggalkan kesan tersendiri yang takkan terlupakan.
Gunung Leuser betapa indahnya menyimpan banyak kenangan. Dan semua perjalanan itu, pelajaran dan pengalaman yang sungguh sangat berharga. Terima kasih Tuhan atas segala KaruniaMu.
#jurnal SLE dari Tim Pendaki "Reman" Reza Dias P.
-793/SPA/2006-
manthabbbb,,,,
sumpe, ketika gw baca lagi baris per baris, smua memori perjalanan seakan berkelebat, seakan perjalanan itu baru kemaren, seakan saat2 kedinginan hampir mati itu kemaren, seakan saat jatoh berdebum itu hanya kemaren...
gw masi inget dg jelas, ketika gw sm vjay sampe dikampus jam 12 malem, ketemu anak2 posko,makan roti oleh2 dr mas dwilis medan, trus gw ketemu wanita terkeren yg pernah gw temui, gw packing baju item2 plus topi aneh, en jam set 3 pagi gw baru ktmu 2 orang yg uda bayarin gw sekolah sampe stan, uda jauh2 dateng dr kampung magelang, buat liat gw diwisuda pagi harinya,,,