Warning: Table './stapala_drpl1/watchdog' is marked as crashed and should be repaired query: INSERT INTO watchdog (uid, type, message, severity, link, location, referer, hostname, timestamp) VALUES (0, 'php', '<em>Table &amp;#039;./stapala_drpl1/cache_filter&amp;#039; is marked as crashed and should be repaired\nquery: SELECT data, created, headers, expire FROM cache_filter WHERE cid = &amp;#039;1:c1539e39871e2f36bab598e154fbda54&amp;#039;</em> in <em>/home/stapala/public_html/includes/database.mysql.inc</em> on line <em>172</em>.', 2, '', 'http://www.stapala.com/tim-pendaki-bisa-berkomunikasi-lagi-dengan-tim-darat-leuser-expedition-16', '', '38.103.63.55', 1231248983) in /home/stapala/public_html/includes/database.mysql.inc on line 172

Warning: Table './stapala_drpl1/watchdog' is marked as crashed and should be repaired query: INSERT INTO watchdog (uid, type, message, severity, link, location, referer, hostname, timestamp) VALUES (0, 'php', '<em>Table &amp;#039;./stapala_drpl1/cache_filter&amp;#039; is marked as crashed and should be repaired\nquery: LOCK TABLES cache_filter WRITE</em> in <em>/home/stapala/public_html/includes/database.mysql.inc</em> on line <em>172</em>.', 2, '', 'http://www.stapala.com/tim-pendaki-bisa-berkomunikasi-lagi-dengan-tim-darat-leuser-expedition-16', '', '38.103.63.55', 1231248983) in /home/stapala/public_html/includes/database.mysql.inc on line 172

Warning: Table './stapala_drpl1/watchdog' is marked as crashed and should be repaired query: INSERT INTO watchdog (uid, type, message, severity, link, location, referer, hostname, timestamp) VALUES (0, 'php', '<em>Table &amp;#039;./stapala_drpl1/cache_filter&amp;#039; is marked as crashed and should be repaired\nquery: UPDATE cache_filter SET data = &amp;#039;&amp;lt;p&amp;gt;Hari ke-16, Minggu, 9 September 2007( Lintasan Badak – Tobacco Hut )Rencana hari inilah hari terakhir pendakian ini. Nanti malam kami estimasi sudah kembali ke peradaban. Semua anggota tim sangat bersemangat meski kondisi tubuh sudah ancur-ancuran begini. Gamex berjuang dengan dengkul bengkaknya. Jari-jari kaki Jaed terkena kutu air, menyebabkan rasa perih yang sangat. Pahaku yang menjadi merah lecet-lecet akibat gesekan-gesekan terkena raincoat juga tak kalah perih. Sedangkan Vjay dan Pak Ali sehat.&amp;lt;/p&amp;gt;\\n&amp;lt;p&amp;gt;Jalur akan relatif naik terus menuju Pucu in /home/stapala/public_html/includes/database.mysql.inc on line 172
Tim Pendaki bisa Berkomunikasi Lagi dengan Tim Darat - Leuser Expedition (16) | STAPALA.COM

Tim Pendaki bisa Berkomunikasi Lagi dengan Tim Darat - Leuser Expedition (16)

  • user warning: Table './stapala_drpl1/cache_filter' is marked as crashed and should be repaired query: SELECT data, created, headers, expire FROM cache_filter WHERE cid = '1:c1539e39871e2f36bab598e154fbda54' in /home/stapala/public_html/includes/database.mysql.inc on line 172.
  • user warning: Table './stapala_drpl1/cache_filter' is marked as crashed and should be repaired query: LOCK TABLES cache_filter WRITE in /home/stapala/public_html/includes/database.mysql.inc on line 172.
  • user warning: Table './stapala_drpl1/cache_filter' is marked as crashed and should be repaired query: UPDATE cache_filter SET data = '<p>Hari ke-16, Minggu, 9 September 2007( Lintasan Badak – Tobacco Hut )Rencana hari inilah hari terakhir pendakian ini. Nanti malam kami estimasi sudah kembali ke peradaban. Semua anggota tim sangat bersemangat meski kondisi tubuh sudah ancur-ancuran begini. Gamex berjuang dengan dengkul bengkaknya. Jari-jari kaki Jaed terkena kutu air, menyebabkan rasa perih yang sangat. Pahaku yang menjadi merah lecet-lecet akibat gesekan-gesekan terkena raincoat juga tak kalah perih. Sedangkan Vjay dan Pak Ali sehat.</p>\n<p>Jalur akan relatif naik terus menuju Pucuk Angkasan. Dengan cepat kami melahap tanjakan-tanjakan dalam hutan lumut. Check point pertama di Kayumanis 3, istirahat 10 menit terus jalan lagi. Sama halnya melewati Kayumanis 2 dan Kayumanis 1, kami hanya istirahat sebentar untuk minum. Di perjalanan menuju Kayumanis 1, Jaed kembali mimisan. Saat perjalanan menuju Kolam Badak dulu ia juga sempat mimisan. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor kelelahan.</p>\n<p>Pukul 14.30 kami berhasil sampai di Pucuk Angkasan. Pak Ali yang tiba terlebih dulu telah membuat air panas. Kami makan siang dengan sereal, kali ini dengan air panas, snack-snack lain langsung menyusul, biskuit, coklat, dan madu. Paket logistik yang kami tinggal di sini ternyata mengalami nasib naas sama seperti yang di Pepanji. Tikus-tikus telah merampas makanan kami, mie instan, cracker, doyan juga itu tikus.</p>\n<p>HT kami hidupkan, akhirnya tersambung juga dengan tim basecamp setelah sekian lama terputus. Kondisi dan posisi kami kabarkan serta rencana kami untuk sampai nanti malam di bawah. Tim basecamp berencana untuk menyambut kami nantinya.Setelah satu jam beristirahat, perjalanan turun kami lanjutkan. Kami harus sedikit lebih cepat agar tidak kemalaman. Kami turun dengan berlari-lari kecil. Pukul 17.15 kami sampai di Bipak 1. Perkiraan kami bisa sampai bawah sekitar jam 8 malam. Rasa sakit dan lelah yang menumpuk kami tahan dan terus kami paksa untuk tetap melaju. Sampai di Simpang Angkasan, hari sudah mulai gelap, kami teruskan perjalanan, senter kami keluarkan. Sungguh lelah sekali saat itu, kami sudah merasa kelaparan. Kamipun berhenti, makan mie instan mentah, coklat dan madu. Kami tak ingin berlama-lama istirahat, berdiri kembali dan lanjut turun.</p>\n<p>Jalur dari Simpang Angkasan ke Tobacco Hut sungguh menurun curam, licin pula. Berkali-kali kami saling berjatuhan terpeleset. Jalur seperti itu ditambah gelapnya hutan serta kondisi fisik yang sudah ngedrop membuat kami agak pesimis untuk bisa sampai di basecamp hari ini juga, tapi kami tetap berusaha. Berjalan pelan dan hati-hati menuruni jalur, kami sudah tak bisa berlari-lari lagi seperti sebelumnya, kaki-kaki ini sakit semua. Hutan itu tampak begitu panjang dan lebat, kami terus berharap-harap sampai setidaknya keluar dari hutan ini dulu.Yak akhirnya keluarlah kami dari hutan, terlihat cahaya lampu-lampu yang berkerlap-kerlip di bawah sana. Kami sudah dekat ke Tobacco Hut. Dalam gelap kami sempat kehilangan orientasi, kami masuk ke lumpur-lumpur bekas kubangan kerbau. Ketemu juga Tobacco Hutnya. Saat itu sudah jam 9 malam, kami putuskan untuk ngecamp dulu di sini menlihat kondisi kami yang seperti ini. Kami tidak mendirikan tenda melainkan langsung masuk ke gubug tersebut.</p>\n', created = 1231248983, expire = 1231335383, headers = '' WHERE cid = '1:c1539e39871e2f36bab598e154fbda54' in /home/stapala/public_html/includes/database.mysql.inc on line 172.

Hari ke-16, Minggu, 9 September 2007( Lintasan Badak – Tobacco Hut )Rencana hari inilah hari terakhir pendakian ini. Nanti malam kami estimasi sudah kembali ke peradaban. Semua anggota tim sangat bersemangat meski kondisi tubuh sudah ancur-ancuran begini. Gamex berjuang dengan dengkul bengkaknya. Jari-jari kaki Jaed terkena kutu air, menyebabkan rasa perih yang sangat. Pahaku yang menjadi merah lecet-lecet akibat gesekan-gesekan terkena raincoat juga tak kalah perih. Sedangkan Vjay dan Pak Ali sehat.

Jalur akan relatif naik terus menuju Pucuk Angkasan. Dengan cepat kami melahap tanjakan-tanjakan dalam hutan lumut. Check point pertama di Kayumanis 3, istirahat 10 menit terus jalan lagi. Sama halnya melewati Kayumanis 2 dan Kayumanis 1, kami hanya istirahat sebentar untuk minum. Di perjalanan menuju Kayumanis 1, Jaed kembali mimisan. Saat perjalanan menuju Kolam Badak dulu ia juga sempat mimisan. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor kelelahan.

Pukul 14.30 kami berhasil sampai di Pucuk Angkasan. Pak Ali yang tiba terlebih dulu telah membuat air panas. Kami makan siang dengan sereal, kali ini dengan air panas, snack-snack lain langsung menyusul, biskuit, coklat, dan madu. Paket logistik yang kami tinggal di sini ternyata mengalami nasib naas sama seperti yang di Pepanji. Tikus-tikus telah merampas makanan kami, mie instan, cracker, doyan juga itu tikus.

HT kami hidupkan, akhirnya tersambung juga dengan tim basecamp setelah sekian lama terputus. Kondisi dan posisi kami kabarkan serta rencana kami untuk sampai nanti malam di bawah. Tim basecamp berencana untuk menyambut kami nantinya.Setelah satu jam beristirahat, perjalanan turun kami lanjutkan. Kami harus sedikit lebih cepat agar tidak kemalaman. Kami turun dengan berlari-lari kecil. Pukul 17.15 kami sampai di Bipak 1. Perkiraan kami bisa sampai bawah sekitar jam 8 malam. Rasa sakit dan lelah yang menumpuk kami tahan dan terus kami paksa untuk tetap melaju. Sampai di Simpang Angkasan, hari sudah mulai gelap, kami teruskan perjalanan, senter kami keluarkan. Sungguh lelah sekali saat itu, kami sudah merasa kelaparan. Kamipun berhenti, makan mie instan mentah, coklat dan madu. Kami tak ingin berlama-lama istirahat, berdiri kembali dan lanjut turun.

Jalur dari Simpang Angkasan ke Tobacco Hut sungguh menurun curam, licin pula. Berkali-kali kami saling berjatuhan terpeleset. Jalur seperti itu ditambah gelapnya hutan serta kondisi fisik yang sudah ngedrop membuat kami agak pesimis untuk bisa sampai di basecamp hari ini juga, tapi kami tetap berusaha. Berjalan pelan dan hati-hati menuruni jalur, kami sudah tak bisa berlari-lari lagi seperti sebelumnya, kaki-kaki ini sakit semua. Hutan itu tampak begitu panjang dan lebat, kami terus berharap-harap sampai setidaknya keluar dari hutan ini dulu.Yak akhirnya keluarlah kami dari hutan, terlihat cahaya lampu-lampu yang berkerlap-kerlip di bawah sana. Kami sudah dekat ke Tobacco Hut. Dalam gelap kami sempat kehilangan orientasi, kami masuk ke lumpur-lumpur bekas kubangan kerbau. Ketemu juga Tobacco Hutnya. Saat itu sudah jam 9 malam, kami putuskan untuk ngecamp dulu di sini menlihat kondisi kami yang seperti ini. Kami tidak mendirikan tenda melainkan langsung masuk ke gubug tersebut.